iklan

HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Hypnotherapy

Hypnotherapy secara epistimologi berasal dari bahasa Yunani, dari kata Hypnos (yang berarti tidur) dan Therapy (proses perubahan positif). Tidur disini berarti tidur secara fisik, tetapi otak bawah sadarnya tidak tidur sepenuhnya, disebut dalam kondisi “hipnosis”.

Dari Wikipedia, disebutkan bahwa kata "Hipnosis" adalah kependekan dari istilah James Braid's (1843) "neuro-hypnotism", yang berarti "tidurnya sistem saraf". Orang yang terhipnotis menunjukan karakteristik tertentu yang berbeda dengan yang tidak, yang paling jelas adalah mudah disugesti. Hipnotherapi sering digunakan untuk memodifikasi perilaku subjek, isi perasaan, sikap, juga keadaan seperti kebiasaan disfungsional, kecemasan, sakit sehubungan stress, manajemen rasa sakit, dan perkembangan pribadi.

Hipnosis adalah suatu kondisi pikiran dimana fungsi analitis logis pikiran direduksi (dikurang  sampai minimal), sehingga seseorang masuk ke dalam kondisi bawah sadar (sub-conscious mind), di mana tersimpan beragam dan berbagai potensi internal yang dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan kualitas hidup.  Potensi negatif dari seseorang ini dipengaruhi, sehingga perilakunya menjadi lebih baik.

Individu yang berada pada kondisi “hypnotic trance” lebih terbuka terhadap sugesti dan dapat dinetralkan dari berbagai rasa takut berlebih (phobia), kecemasan dan trauma ataupun rasa sakit. Individu yang mengalami hipnosis masih dapat menyadari apa yang terjadi di sekitarnya berikut dengan berbagai stimulus/ sugesti yang diberikan oleh sang hipnoterapis, artinya telinga masih sadar untuk mendengar sugesti yang diberikan.

Mekanisme kerja hypnotherapy sangat terkait dengan aktifitas otak manusia. Aktifitas ini sangat beragam, dan dapat dideteksi melalui gelombang otak yang dapat diukur menggunakan alat ukur medis bernama EEG (Electroenchepalograph). Adapun gelombang otak manusia yang diukur dengan EEG adalah sbb:
  • Beta (14 – 25 Hz), kondisi normal
    Atensi, kewaspadaan, kesigapan, pemahaman, kondisi yang lebih tinggi diasosiasikan dengan kecemasan, ketidaknyamanan, kondisi lawan/lari
  • Alpha (8 – 13 Hz), kondisi meditatif.
    Relaksasi, pembelajaran super, fokus relaks, kondisi trance ringan, peningkatan produksi serotonin, kondisi pra-tidur, meditasi, awal mengakses pikiran bawah sadar (unconscious)
  • Theta (4 – 7 Hz), kondisi meditatif
    Tidur bermimpi (tidur REM/Rapid Eye Movement), peningkatan produksi catecholamines (sangat vital untuk pembelajaran dan ingatan), peningkatan kreatifitas, pengalaman emosional, berpotensi terjadinya perubahan sikap, peningkatan pengingatan materi yang dipelajari, hypnogogic imagery, meditasi mendalam, lebih dalam mengakses pikiran bawah sadar (unconscious)
  • Delta (0,5 – 3 Hz), kondisi tidur lelap
    Tidur tanpa mimpi, pelepasan hormon pertumbuhan, kondisi non fisik, hilang kesadaran pada sensasi fisik, akses ke pikiran bawah sadar (unconscious) dan memberikan sensasi yang sangat mendalam ketika diinduksi dengan Holosinc.
Sugesti hipnotis hipnoterapi positif dengan pola-pola bahasa tertentu dalam bawah sadar, yaitu pada gelombang Alpha atau Theta, untuk membentuk perilaku positif.

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *